Siapa yang tak tahu dengan gunung bromo yang populer itu ? ya, gunung bromo tengger semeru adalah gunung berapi aktif di Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam 4 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo juga tempat wisata paling terkenal di Jawa Timur lhoo. Sebagai objek wisata terkenal, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Disamping keaktifannya yang memang sedikit mengerikan, ada pula sisi keindahan Gunung Bromo yang memang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Kalian tahu tidak kalau Gunung Bromo ini dianggap suci oleh masyarakat Tengger ?? Masyarakat tengger adalah suku asli yang mendiami wilayah Gunung Bromo. Nama “Bromo” sendiri diambil dari nama dewa utama umat hindu yaitu Brahma. Disini kamu bisa menikmati sunrise dan sunset yang sangat super indah !! Gunung ini terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya yang indah. Untuk bisa menyaksikan keberlangsungan sunset dan surise ini ini, kalian harus naik ke Puncak yang merupakan lokasi terbaik untuk dapat melihat matahari terbit dan matahari tenggelam.

Dalam perjalanan menuju Gunung Bromo, kalian akan disambut kawah pasir yang terbentang sepanjang kawasan Gunung Bromo, seperti hamparan padang pasir di gurun sahara! Hihihi. Bila kita melakukan perjalanan menuju Bromo di pagi hari, kalian akan disajikan warna-warna indah berasal dari pasir yang terkena pantulan sinar matahari. Pasir-pasir disini juga seolah berbisik saat tersapu oleh tiupan angin yang berhembus tenang saat pagi menyapa.

Gunung Bromo memiliki kawah dengan panjang diameter sekitar 800 meter dari utara ke selatan dan 600 meter dari barat ke timur. Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3 hingga 20 derajat Celcius Dingin sekaliiii, bahkan bisa mencapai suhu minus 0 derajat Celcius. Untuk itu, kamu harus menyiapkan perlengkapan pakaian hangat seperti sarung tangan, syal dan penutup kepala atau kupluk. Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo telah mengalami letusan dengan interval waktu yang teratur dalam 20 abad ini, yaitu sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan kembali meletus di tahun 2010.

Selain keindahan yang tersimpan di Gunung Bromo, terdapat adat yang masih kental loh guys yaitu Yadna Kasada atau Upacara Kasodo. Upacara itu lah yang membuat Gunung Bromo menjadi tujuan destinasi utama, dan menjadi daya tarik para pengunjung juga. Upacara Kasodo digelar setiap tahun pada bulan purnama di bulan Desember atau Januari. Asal muasal Upacara Kasodo ini bermula sejak abad ke-15 di mana diceritakan tentang seorang putri bernama Roro Anteng yang memimpin kerajaan Tengger dengan suaminya, Joko Seger. Pasangan ini tidak memiliki anak dan karena itu mereka berdoa dan memohon kepada dewa-dewa gunung untuk diberikan anak. Dari permohonan mereka, dewa memberi 24 anak dan mewajibkan bagi mereka untuk mengorbankan anak ke 25 mereka untuk dilempar kedalam gunung berapi. Permintaan dewa inipun dilaksanakan sehingga menjadi tradisi sampai saat ini. Rakyat Tengger melakukan upacara Kasada dengan melemparkan hasil bumi ke dalam kawah Bromo sebagai ucapan syukur atas panen yang diterima dan sebagai permohonan untuk panen yang lebih melimpah di musim selanjutnya. Meskipun penuh dengan bahaya, terdapat beberapa penduduk setempat yang mengambil resiko dengan naik dan turun ke kawah dalam upaya untuk mengambil kembali barang yang dikorbankan yang diyakini bisa membawa keberuntungan.

Nah dari semua keindahan dan kemenarikan Gunung Bromo, kita tahu disana terdapat pasir yang eksotis, sunrise yang begitu indah dan kita pula bisa berinteraksi dengan masyarakat Suku Tengger tentunya yang akan  membuat perjalanan kita saat menelusuri Kawasan Gunung Bromo terasa begitu menyenangkan. Jadi, kamu tertarik untuk mengunjungi Bromo ?????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *