Gili Islands, atau kepulauan gili adalah kepulauan yang terdiri dari tiga pulau kecil atau pulau Gili kembar tiga yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang berada tepat di lepas pantai barat laut Lombok, Indonesia.

Etimologi

Nama “Kepulauan Gili” adalah keliru, karena Gili hanya berarti “pulau kecil” dalam bahasa Sasak. Akibatnya, sebagian besar pulau di sekitar pantai Lombok menggunakan Gili dalam nama mereka, meskipun kebingungan dihindari dengan menyebut Gili lain (dalam bahasa Inggris) di sekitar pantai Lombok hanya dengan nama yang sebenarnya.

Gili Trawangan sendiri terletak di Desa Gili Indah, Kec. Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Pulau tersebut merupakan pusat pariwisata di Lombok, akses menuju Gili Trawangan bisa dengan perahu motor dari Lombok dan juga fast boat atau kapal cepat dari Bali.

Sejarah Dan Asal Mula Gili Trawangan Lombok

Gili Trawangan terletak berjejer dengan dua buah pulau kecil lainnya yaitu Gili Meno dan Gili Air, pulau-pulau tersebut dulunya bernama Pulau Terangang (Gili Trawangan), Pulau Sasi (Gili Air) dan pulau Tini (Gili Meno), ketiga pulau tersebut memiliki nama yang berbeda, seperti halnya Gili Trawangan yang dulunya bernama pulau Pulau Terangang.

Orang sasak menyebut pulau kecil dengan sebutun ‘Gili” sedangkan “Terangang” sendiri berarti terangan yang artinya tempat bertelurnya penyu, sehingga tidak mengherankan ketika anda melakukan aktivitas wisata menyelam atau rekreasi snorkeling terkadang anda bisa menyaksikan kehadiran penyu, bahkan di pantai sekitar Gili Trawangan, wisatawan bisa menemukan tempat penangkaran penyu, anda bisa menyaksikan penyu-penyu kecil (tukik) yang ditangkar dan nantinya akan dilepaskan lagi ke laut.

Jadi dari situ kita ketahui bagaimana sejarah dan asal-usul penamaan dari pulau Gili Trawangan tersebut. Lalu bagaimana sejarah dan asal mula pulau kecil tersebut berpenghuni sampai sekarang ini? Berdasarkan sejumlah sumber, pada saat zaman penjajahan kerajaan Bali di Lombok, yang kala itu raja Bali mengutus Patih AA Gede Alit untuk menduduki Lombok, menjadikan Gili Trawangan tersebut sebagai tempat pembuangan pemberontak, sebanyak 350 orang yang dianggap pemberontak dari suku sasak dibuang di pulau ini.

Kemudian ada sejarah dan cerita yang dituturkan, berikutnya pada jaman penjajahan atau kolonial Belanda, Gili Trawangan dihuni oleh seorang bernama Wak Sokna dari suku Kerajaan Mandar Balanipa, Sulawesi Selatan. Wak Sokna sendiri pertama kali menginjakkan kakinya di Labuan Pandan wilayah Lombok Timur, kemudian berpindah menuju Jambianom (Desa Medana) di kawasan Lombok Utara, kemudian pindah lagi ke Gili Air beserta anak cucunya, dan memiliki banyak keturunan yang akhirnya menyebar sampai ke Gili Trawangan Lombok.

Pada sejarah jaman penjajahan Jepang, pulau ini juga dipakai markas pasukan Jepang untuk menerawang atau mengintai kapal-kapal dari Sekutu. Pulau Gili Trawangan yang cantik dan indah itupun lambat laun mulai di lirik oleh wisatawan, wisatawan mulai mengenal dan berkunjung ke pulau tersebut sekitar tahun 1970.

(Sumber sejarah = balitoursclub.net)

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai “Tîr na Nôg” mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini. Trawangan punya nuansa “pesta” lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau. Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat. Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini. Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan. Kegiatan paling favorit dari para wisatawan di Gili ini yaitu Scuba Diving, Snorkeling, bermain kayak, dan berselancar.

Aktivitas yang bisa kita lakukan di Gili trawangan adalah berenang, diving, snorkeling, water sport,bersepeda, berfoto ria dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *